Sabtu, 12 November 2016

SURAT TERBUKA UNTUK KAMU; Yang Pernah Singgah Di Hatiku



Hari minggu ini masih setia datang tepat pada waktunya dengan setiap keindahannya. Tapi selama beberapa minggu sejak kau tidak ada kabar lagi, tak ada satu hal pun yang berubah. Aktivitasku masih sama seperti saat kamu masih disini bersamaku. Hanya saja tak ada ucapan selamat pagi lagi darimu saat pagi datang menjemput. Tak ada lagi SMS singkat darimu saat datangnya makan siang. Tak ada lagi BBM darimu saat aku sedang bekerja sekedar mengucapkan “Have a good day!”. Tak ada lagi tawa renyah kita saat bercerita lucu ketika berjumpa. Dan tak ada lagi senyum yang selalu aku lihat ketika kita berpisah diujung lorong di depan kost ku.
Aku menulis surat ini bukan karena aku merindukanmu atau mengharapkan kamu datang kembali. Kamu tahu? Rinduku sudah pergi entah kemana, pergi tak berjejak. Harapan-harapan yang pernah kita ciptakan bersama entah terbang kemana. Rasa yang pernah meluap juga sudah menghilang begitu saja. Hatiku sudah jauh lebih damai. Mataku sudah terbiasa tanpa memandangmu. Telingaku sudah nyaman tanpa suaramu. Bibirku sudah tak tertarik menyebut namamu. Kamu tahu itu artinya apa? Hidupku jauh sudah lebih bahagia tanpa kehadiranmu.
Dan karena itu, aku ingin mengucapkan rasa terima kasih padamu. Terima kasih atas segala bahagia yang pernah kau berikan untukku, atas setiap hari yang pernah aku lalui bersamamu, atas tawa yang pernah kita ciptakan di setiap kebersamaan kita, atas perhatianmu yang selalu kau berikan untukku dan terima kasih sudah pernah menawarkan masa depan padaku. Tak ada sedikitpun rasa menyesal pernah bertemu denganmu.
Hidupmu mungkin saja lebih baik tanpaku, karena tak ada lagi yang mengingatkanmu untuk ini dan itu. Tapi hidupku jauh lebih bahagia tanpamu karena tak ada lagi lelaki yang menawarkan kebahagiaan semu padaku. Dan hai kamu lelaki maniak gym, sekali lagi aku ingin berterima kasih. Kedatanganmu di hidupku sudah merubah persepsiku tentang laki-laki. Kepergianmu di hidupku juga suda mengajarkanku banyak hal, terutama tentang tanggung jawab, komitmen dan sebuah konsistensi. Terima kasih sudah membuatku tertawa dan menangis, telah memperlakukanku seperti sorang putri raja, menjagaku dengan penuh rasa sabar, terima kasih sudah selalui ada di setiap aku membutuhkanmu, terima kasih sudah memilihkan jalan ini untuk aku jalani, sudah memberikanku  kesempatan untuk mendapatklan cinta yang lebih besar, terima kasih sudah memberiku pengalaman berharga yang bisa aku ceritakan pada anak laki-lakiku nanti tentang bagaimana harusnya seorang lelaki bersikap.
Aku tak pernah mendoakan hal-hal yang buruk terjadi di hidupmu. Berbahagialah. Semoga kau mendapatkan sosok wanita yang bisa menyeimbangkan hidupmu, yang bisa menyesuaikan sikapmu, yang cintanya lebih besar dariku, yang bisa menerima kamu apa adanya. Satu pesanku untukmu, andai saja kita nanti bertemu di jalan, kamu tak harus berpura-pura tidak mengenaliku, sunggingkan senyumanmu untukku tanpa ada rasa bersalah. Dan akupun juga begitu.


 Salam,
Dari aku yang sudah bahagia