Hari minggu ini masih setia datang tepat pada waktunya dengan
setiap keindahannya. Tapi selama beberapa minggu sejak kau tidak ada kabar lagi,
tak ada satu hal pun yang berubah. Aktivitasku masih sama seperti saat kamu
masih disini bersamaku. Hanya saja tak ada ucapan selamat pagi lagi darimu saat
pagi datang menjemput. Tak ada lagi SMS singkat darimu saat datangnya makan
siang. Tak ada lagi BBM darimu saat aku sedang bekerja sekedar mengucapkan “Have
a good day!”. Tak ada lagi tawa renyah kita saat bercerita lucu ketika berjumpa.
Dan tak ada lagi senyum yang selalu aku lihat ketika kita berpisah diujung
lorong di depan kost ku.
Aku menulis surat ini bukan karena aku merindukanmu atau mengharapkan
kamu datang kembali. Kamu tahu? Rinduku sudah pergi entah kemana, pergi tak
berjejak. Harapan-harapan yang pernah kita ciptakan bersama entah terbang
kemana. Rasa yang pernah meluap juga sudah menghilang begitu saja. Hatiku sudah
jauh lebih damai. Mataku sudah terbiasa tanpa memandangmu. Telingaku sudah
nyaman tanpa suaramu. Bibirku sudah tak tertarik menyebut namamu. Kamu tahu itu
artinya apa? Hidupku jauh sudah lebih bahagia tanpa kehadiranmu.
Dan karena itu, aku ingin mengucapkan rasa terima kasih padamu. Terima
kasih atas segala bahagia yang pernah kau berikan untukku, atas setiap hari
yang pernah aku lalui bersamamu, atas tawa yang pernah kita ciptakan di setiap
kebersamaan kita, atas perhatianmu yang selalu kau berikan untukku dan terima
kasih sudah pernah menawarkan masa depan padaku. Tak ada sedikitpun rasa
menyesal pernah bertemu denganmu.
Hidupmu mungkin saja lebih baik tanpaku, karena tak ada lagi yang
mengingatkanmu untuk ini dan itu. Tapi hidupku jauh lebih bahagia tanpamu
karena tak ada lagi lelaki yang menawarkan kebahagiaan semu padaku. Dan hai kamu
lelaki maniak gym, sekali lagi aku ingin berterima kasih. Kedatanganmu di
hidupku sudah merubah persepsiku tentang laki-laki. Kepergianmu di hidupku juga
suda mengajarkanku banyak hal, terutama tentang tanggung jawab, komitmen dan
sebuah konsistensi. Terima kasih sudah membuatku tertawa dan menangis, telah
memperlakukanku seperti sorang putri raja, menjagaku dengan penuh rasa sabar, terima
kasih sudah selalui ada di setiap aku membutuhkanmu, terima kasih sudah
memilihkan jalan ini untuk aku jalani, sudah memberikanku kesempatan untuk mendapatklan cinta yang
lebih besar, terima kasih sudah memberiku pengalaman berharga yang bisa aku
ceritakan pada anak laki-lakiku nanti tentang bagaimana harusnya seorang lelaki
bersikap.
Aku tak pernah mendoakan hal-hal yang buruk terjadi di hidupmu. Berbahagialah.
Semoga kau mendapatkan sosok wanita yang bisa menyeimbangkan hidupmu, yang bisa
menyesuaikan sikapmu, yang cintanya lebih besar dariku, yang bisa menerima kamu
apa adanya. Satu pesanku untukmu, andai saja kita nanti bertemu di jalan, kamu
tak harus berpura-pura tidak mengenaliku, sunggingkan senyumanmu untukku tanpa
ada rasa bersalah. Dan akupun juga begitu.
Salam,
Dari aku yang sudah bahagia
